Pada postingan kali ini saya akan membahas seputar HTML. Nah bagaimana perkembangan HTML akan dibahas disini.
HTML
(Hyper Text Markup Language) merupakan suatu bahasa dasar pembentuk suatu
halaman web. HTML bukan merupakan bahasa pemrograman, karena tidak dapat
melakukan pemrosesan data/informasi. HTML merupakan kode pemformatan sederhana
yang ditulis dan disimpan dalam format ASCII. Jika sebuah halaman web
diibaratkan sebuah foto, maka HTML adalah bingkai dari sebuah halaman web.
Dimana di dalam bingkai tersebut dapat diisi oleh berbagai macam bahasa
pemrograman (script) yang mendukung pemrosesan data/informasi, misalnya
PHP, ASP, JSP, dll. Untuk memperindah tampilan bingkai dan isinya tersebut,
dapat digunakan kode-kode tambahan yang berupa CSS (Cascading Style Sheet),
JavaScript, Flash, Adobe Flex, Silverlight, dll.
Dengan
adanya W3C (World Wide Web Consortium), pengembangan HTML mulai
mendapatkan tempatnya. Usaha pengembangan HTML pertama kali di tahun 1995 yang
dikenal sebagai HTML 3.0 gagal, kemudian dilanjutkan dengan pendekatan versi
HTML 3.2, yang diselesaikan pada tahun 1997. Diikuti HTML 4 yang selesai pada
tahun 1998. Hingga pada akhirnya pada tahun 1999 muncul HTML versi 4.01, dan
masih digunakan sebagai bahasa standar internet sampai saat ini.
Secara
garis besar, terdapat empat tipe elemen HTML, yaitu :
- Elemen structural, merupakan elemen-elemen yang menentukan level atau tingkatan suatu teks. Misalnya, penulisan <h1>HTML</h1>, akan memerintahkan browser untuk menampilkan tulisan “HTML” dalam bentuk tebal besar yang menunjukkan sebagai Heading 1.
- Elemen presentational, merupakan elemen-elemen yang menentukan tampilan sebuah tulisan, tanpa memedulikan level tulisan tersebut. Misalnya, penulisan <b>HTML</b> akan menampilkan tulisan “HTML” dalam bentuk bold. Elemen-elemen presentational saat ini sudah mulai digantikan oleh CSS dan tidak direkomendasikan untuk mengatur tampilan.
- Elemen hypertext, merupakan elemen-elemen yang menunjukkan pranala ke bagian dari dokumen tersebut atau pranala ke dokumen lain. Misalnya, penulisan , <a href="http://www.wikipedia.org/">Wikipedia</a>, akan menampilkan “Wikipedia” sebagai sebuah tautan ke URL tertentu. Konsep hypertext pada HTML memungkinkan kita untuk membuat link pada kelompok kata atau frase untuk menuju ke bagian manapun dalam World Wide Web.
- Elemen widget, merupakan elemen-elemen yang akan membuat objek-objek lain seperti tombol (<button>), list (<li>), dan garis horizontal (<hr>).
HTML5
Pengembangan HTML ke versi selanjutnya mulai ditinggalkan W3C karena tidak ada ide yang diharapkan mampu melengkapi dan memperbaharui versi sebelumnya. Pada akhirnya fokus pengembangan W3C beralih ke standar XML dan XHTML. Namun demikian, para pengembang web menilai bahwa pengembangan versi HTML ke versi selanjutnya sangat dibutuhkan dengan memperhatikan konten web yang semakin hari semakin bervariasi. Tujuannya yaitu untuk membuat aplikasi web yang baru, mengatasi kekurangan HTML yang ditemukan, penambahan fitur baru, dan menentukan spesifikasi yang dibutuhkan HTML.
Melihat
beberapa keinginan tersebut, sekelompok pengembang yang tergabung dalam Web
Hypertext Application Working Group (WHATWG) pada tahun 2004 mengambil alih
pengembangan platform web untuk versi baru. Mereka melakukan pengembangan
dengan menghadirkan fitur-fitur baru yang secara khusus ditujukan untuk
mengatasi kekurangan HTML yang ada. Hal ini seiring dengan kehadiran istilah
Web 2.0 yang semakin kompleks dan kaya fitur.
Tak
lama kemudian, pada tahun 2006 W3C ikut terlibat kembali dalam pengembangan
HTML. Akhirnya di tahun 2008, W3C menerbitkan draft kerja pertama untuk HTML5.
Para vendor berbagai browser berlomba-lomba untuk mulai menerapkan fitur
HTML5 tersebut sampai saat ini, meskipun spesifikasi belum ditetapkan. HTML5
dinilai mampu memecahkan masalah-masalah yang praktis dalam pengembangan
website. Berbagai bentuk percobaan/pengujian terhadap browser dilakukan untuk
meningkatkan spesifikasi.
Dengan
kemunculan spesifikasi baru HTML5, serentak para pengembang web di berbagai
belahan dunia mulai mencari dan berdiskusi mengenai jenis fitur baru yang
disediakan oleh HTML 5 ini. Fitur-fitur baru yang dimaksud (sampai tulisan ini
dibuat) dapat diperinci sebagai berikut :
- Kanvas (2D dan 3D)
- Channel messaging
- Cross-document messaging
- Geolokasi
- MathML
- Microdata
- Server-Sent events
- Scalable Vector Graphics (SVG)
- WebSocket API and Protocol
- Web origin concept
- Web storage
- Web SQL database
- Web Workers
- XMLHttpRequest Level 2
Beberapa
browser yang ada saat ini belum sepenuhnya mendukung semua fitur di
atas. Akan tetapi, untuk kedepannya penyempurnaan atas fitur-fitur yang belum
bisa didukung akan terus ditingkatkan kemampuannya oleh masing-masing vendor
agar sepenuhnya dapat mendukung spesifikasi HTML5. Ada beberapa website khusus
yang menyediakan aplikasi untuk menguji kemampuan fitur HTML5 di berbagai browser
yang berbeda, misalnya di situs www.html5test.com.
Secara umum, HTML5 memperkenalkan
banyak unsur markup baru yang dapat dibagi ke dalam tujuh tipe konten
yang berbeda (Peter Lubbers 2010). Tabel di bawah ini menunjukkan
pembagian elemen dalam HTML5 :
Pembagian Bentuk Elemen Baru HTML5
Tipe
Konten
|
Deskripsi
|
Embedded
|
Konten yang mengambil sumber daya (resources)
lain ke dalam dokumen, misalnya audio, video, canvas, dan iframe
|
Flow
|
Elemen-elemen yang digunakan pada
tubuh (body) suatu dokumen atau aplikasi, misalnya form, h1, dan small
|
Heading
|
Header sebuah sesi, misalnya h1,
h2, dan hgroup
|
Interactive
|
Konten yang memungkinkan pengguna
untuk berinteraksi langsung, misalnya kontrol audio atau video, button, dan
textarea
|
Metadata
|
Elemen-elemen (biasanya ditemukan
di bagian head HTML), yang membentuk suatu presentasi atau tampilan dokumen
yang dimaksud, misalnya script, style, dan title.
|
Phrasing
|
Teks dan elemen-elemen teks
markup, misalnya, mark, kbd, sub, dan sup
|
Sectioning
|
Elemen-elemen yang mendefinisikan
suatu sesi dalam dokumen, misalnya article, aside, dan title
|
Keunggulan HTML5
HTML5 (Hypertext Markup Language5) dikembangkan oleh Web Hypertext Application Technology Working Group (WHATWG)..
Kelebihan utamanya kita bisa nampilin video, audio, dan flash movie lebih mudah. (tanpa plugin sperti FLASH player). Bisa diliat pada saat menonton di youtube. Jika anda biasa menonton di youtube harus di instal dulu flash player, maka dengan adanya html 5, semua ketergantungan ada bisa di atasi. Bahkan youtube pun dah mengunakan HTML5 dengan menambahkan tulisan html5 ex:www.youtube.com/html5.
Selain itu bakal ada built in jQuery yang mbikin website makin menarik dan lebih hidup dengan animasi.
dan bukan itu saja..
HTML5 jga sangat ramah dengan aplikasi web dan pemoressanya.
Tidak perlu lagi memakai <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">. Walau tag meta tersebut masih diijinkan digunakan.
Local Storage. Aplikasi bisa menyimpan data dalam jumlah lebih besar dari biasanya tanpa harus mengimplementasikan trik dengan cookie atau Flash.
Semantics. Akan ada tag khusus untuk navigasi, section, footer, dll. Tag yang kaya semantic seperti ini pasti akan lebih bermanfaat dari pada tag yang hanya punya informasi format dan layout saja. Dan bagi mesin, HTML5 akan jadi lebih bisa dimengerti.
Dan masih banyak lagi keunggulan HTML5
berikut video explanation singkat mengenai HTML5HTML5 (Hypertext Markup Language5) dikembangkan oleh Web Hypertext Application Technology Working Group (WHATWG)..
Kelebihan utamanya kita bisa nampilin video, audio, dan flash movie lebih mudah. (tanpa plugin sperti FLASH player). Bisa diliat pada saat menonton di youtube. Jika anda biasa menonton di youtube harus di instal dulu flash player, maka dengan adanya html 5, semua ketergantungan ada bisa di atasi. Bahkan youtube pun dah mengunakan HTML5 dengan menambahkan tulisan html5 ex:www.youtube.com/html5.
dan bukan itu saja..
HTML5 jga sangat ramah dengan aplikasi web dan pemoressanya.
Tidak perlu lagi memakai <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">. Walau tag meta tersebut masih diijinkan digunakan.
Local Storage. Aplikasi bisa menyimpan data dalam jumlah lebih besar dari biasanya tanpa harus mengimplementasikan trik dengan cookie atau Flash.
Semantics. Akan ada tag khusus untuk navigasi, section, footer, dll. Tag yang kaya semantic seperti ini pasti akan lebih bermanfaat dari pada tag yang hanya punya informasi format dan layout saja. Dan bagi mesin, HTML5 akan jadi lebih bisa dimengerti.
Dan masih banyak lagi keunggulan HTML5
http://youtu.be/mzPxo7Y6JyA
Terima-kasih ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar