Apa
itu Virtual Reality ?
Virtual Reality adalah sebuah
teknologi yang memungkinkan seseorang melakukan suatu simulasi terhadap suatu
objek nyata denga menggunakan komputer yang mampu membangkitkan suasana 3
dimensi, sehingga pengguna seolah-olah terlibat secara fisik.
Secara sederhana, VR (Virtual
Reality) adalah pemunculan gambar tiga dimensi yang terlihat nyata dengan
bantuan sejumlah alat tertentu. Dengan teknologi ini pengguna dapat merasakan
dunia nyata, padahal berada pada dunia maya. Peralatan yang biasanya digunakan
VR adalah helm, walker, headset, dan glove.
Pada saat ini VR dapat digunakan
pada segala bidang, seperti militer dan penerbangan. Pada bidang militer VR
dijadikan sebagai alat simulasi peperangan, penggunaan VR juga dapat menghemat
biaya dan waktu daripada melakukan latihan peperangan yang sebenarnya.
Sedangkan pada bidang penerbangan, VR digunakan sebagai simulasi penerbangan
bagi pilot pemula. Selain dari kedua bidang tersebut masih banyak penggunaan
dari VR.
Sistem Virtual Reality, yang
sekarang digunakan meliputi informasi sentuh, biasanya dikenal dengan umpan
balik kekuatan pada aplikasi medis dan judi. Pemakai dapat saling berhubungan
dengan suatu lingkungan maya melalui penggunaan keyboard dan mouse. Pada saat
ini sangat sukar untuk menciptakan VR dengan kejernihan tinggi karena
keterbatasan teknis atas daya proses, resolusi citra, dan lebar pita
komunikasi.
Syarat yang harus ada pada Virtual
Reality :
- Gambar / grafis / penglihatan 3D yang nyata menurut perspektif penglihatan pengguna.
- Kemampuan untuk mendeteksi gerakan-gerakan pengguna, seperti gerakan kepala dan arah bola mata, untuk menyesuaikan grafis yang dihasilkan supaya menyesuaikan perubahan dunia 3D nya.
Saat berada dalam Virtual Reality,
pengguna akan merasa melebur seolah menyatu dengan dunianya, dan bisa
berinteraksi dengan objek-objek yang ada disana. Hal ini disebut telepresence.
Augmented Reality
Ronald T. Azuma (1997) mendefinisikan augmented reality sebagai penggabungan benda-benda nyata dan maya di lingkungan nyata, berjalan secara interaktif dalam waktu nyata, dan terdapat integrasi antarbenda dalam tiga dimensi, yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata. Penggabungan benda nyata dan maya dimungkinkan dengan teknologi tampilan yang sesuai, interaktivitas dimungkinkan melalui perangkat-perangkat input tertentu, dan integrasi yang baik memerlukan penjejakan yang efektif.
Selain menambahkan benda maya dalam lingkungan nyata, realitas tertambah juga berpotensi menghilangkan benda-benda yang sudah ada. Menambah sebuah lapisan gambar maya dimungkinkan untuk menghilangkan atau menyembunyikan lingkungan nyata dari pandangan pengguna. Misalnya, untuk menyembunyikan sebuah meja dalam lingkungan nyata, perlu digambarkan lapisan representasi tembok dan lantai kosong yang diletakkan di atas gambar meja nyata, sehingga menutupi meja nyata dari pandangan pengguna.
Ronald T. Azuma (1997) mendefinisikan augmented reality sebagai penggabungan benda-benda nyata dan maya di lingkungan nyata, berjalan secara interaktif dalam waktu nyata, dan terdapat integrasi antarbenda dalam tiga dimensi, yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata. Penggabungan benda nyata dan maya dimungkinkan dengan teknologi tampilan yang sesuai, interaktivitas dimungkinkan melalui perangkat-perangkat input tertentu, dan integrasi yang baik memerlukan penjejakan yang efektif.
Selain menambahkan benda maya dalam lingkungan nyata, realitas tertambah juga berpotensi menghilangkan benda-benda yang sudah ada. Menambah sebuah lapisan gambar maya dimungkinkan untuk menghilangkan atau menyembunyikan lingkungan nyata dari pandangan pengguna. Misalnya, untuk menyembunyikan sebuah meja dalam lingkungan nyata, perlu digambarkan lapisan representasi tembok dan lantai kosong yang diletakkan di atas gambar meja nyata, sehingga menutupi meja nyata dari pandangan pengguna.
Augmented Reality(AR) adalah penelitian dlm bidang komputerisasi
yg menggabungkan unsur dunia nya dgn dunia maya (virtual) dalam bentuk 3
Dimensi atau 3 Dimensi dimana objek buatan dalam komputer disatukan dgn gambar
yg diambil dari dunia nyata.
Istilah ini pertama kali diperkenalkan pd 1990 oleh Thomas Caudell, yang pada saat itu merupakan staff Boeing.
Sekarang ini AR tengah dikembangkan lebih jauh lg terutama dlm hal penggunaan gambar vidio yg di ambil secara real, kemudian di proses secara digital dan di augmented dgn menambahkan berbagai objek digital. selain itu juga digunakan untuk motion tracking data, fiducial marker recognition dan juga menciptakan lingkungan yang sudah dilengkapi dgn sensor dan penggerak.
Istilah ini pertama kali diperkenalkan pd 1990 oleh Thomas Caudell, yang pada saat itu merupakan staff Boeing.
Sekarang ini AR tengah dikembangkan lebih jauh lg terutama dlm hal penggunaan gambar vidio yg di ambil secara real, kemudian di proses secara digital dan di augmented dgn menambahkan berbagai objek digital. selain itu juga digunakan untuk motion tracking data, fiducial marker recognition dan juga menciptakan lingkungan yang sudah dilengkapi dgn sensor dan penggerak.
Sejarah
-1938: Konrad Zuse menciptakan komputer digital pertama”Z1″
-1948: Norbert Wiener menciptakan “the science of cybernetic” yang mampu mengirimkan pesan dari seseorang pada mesin
-1962: Morton Heilig yg merupakan seorang cinematographer berhasil menciptakan sebuah motorcycle simulator “Sensorama”,lengkap dgn tampilan visual, suara getaran dan juga bau-bauan
-1966: Ivan Sutherland menciptakan headmounted display
-1975: Myron Kruegen menciptakan Videoplace yg memungkinkan user utk berinteraksi dgn dunia virtual
-1989: Jaron Lanier mengenalkan kata virtual reality
-1992: Tom Cudell mengenalakan kata AR
-1999: Hirokazo Kato menciptakan AR Tool Kit di HIT lab dan mempublikasikannya pada thn yg sama
-2003: GEoVector bersama parternya memperlihatkan aplikasi Actual Spectator AR
-2007: SONY merilis Eye of Judgment
-2008: Wikitude AR Travel Guide diluncurkan bersamaan dgn G1 Android Phone.
NyARToolKIt-an AR ToolKit derived library dirilis utk mesin virtual yg menjadi host Java, C#, dan Android
-2009: Sony berncana merilis EyePet. Saqoosha kini sdh memport AR Toolkit ke Adobe Flash sehingga dpt diaplikasikan pada web browser
-1938: Konrad Zuse menciptakan komputer digital pertama”Z1″
-1948: Norbert Wiener menciptakan “the science of cybernetic” yang mampu mengirimkan pesan dari seseorang pada mesin
-1962: Morton Heilig yg merupakan seorang cinematographer berhasil menciptakan sebuah motorcycle simulator “Sensorama”,lengkap dgn tampilan visual, suara getaran dan juga bau-bauan
-1966: Ivan Sutherland menciptakan headmounted display
-1975: Myron Kruegen menciptakan Videoplace yg memungkinkan user utk berinteraksi dgn dunia virtual
-1989: Jaron Lanier mengenalkan kata virtual reality
-1992: Tom Cudell mengenalakan kata AR
-1999: Hirokazo Kato menciptakan AR Tool Kit di HIT lab dan mempublikasikannya pada thn yg sama
-2003: GEoVector bersama parternya memperlihatkan aplikasi Actual Spectator AR
-2007: SONY merilis Eye of Judgment
-2008: Wikitude AR Travel Guide diluncurkan bersamaan dgn G1 Android Phone.
NyARToolKIt-an AR ToolKit derived library dirilis utk mesin virtual yg menjadi host Java, C#, dan Android
-2009: Sony berncana merilis EyePet. Saqoosha kini sdh memport AR Toolkit ke Adobe Flash sehingga dpt diaplikasikan pada web browser
Unsur Penting dalam Augmented Reality:
- Tracking:0rientasi dan lokasi benda
- Calibration:calibrasi dan registrasi tampilan antara yg nyata dgn yg virtual
- Interaction:Interaksi dunia virtual dgn dunia nyata
- Tracking:0rientasi dan lokasi benda
- Calibration:calibrasi dan registrasi tampilan antara yg nyata dgn yg virtual
- Interaction:Interaksi dunia virtual dgn dunia nyata
Cara Kerjanya
AR menggunakan lensa (kamera) untuk mengenal objek yang harus
ditampilkan, untuk menampilkan objek maya, AR menggunakan
“Pattern”. Dengan adanya pattern sebagai pengenal, maka keluarlah objek
maya tersebut. Pattern itu semacam simbol untuk dikenal pada program
ARnya.
Perbedaan antara Virtual
Reality dan Augmented Reality
Virtual Reality mengacu
pada penggabungan dari objek dunia nyata ke dunia digital/maya.
Augmented Reality merupakan kebalikan dari Virtual reality yang berarti integrasi elemen-elemen digital yang ditambahkan ke dalam dunia nyata secara realtime dan mengikuti keadaan lingkungan yang ada di dunia nyata
Augmented Reality merupakan kebalikan dari Virtual reality yang berarti integrasi elemen-elemen digital yang ditambahkan ke dalam dunia nyata secara realtime dan mengikuti keadaan lingkungan yang ada di dunia nyata
referensi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar